Embun dan Pelangi di Pengungsian (part#1)

Berada dalam sebuah ruangan yang besar, dengan lima pintu atau bahkan lebih yang senantiasa menyambut angin dengan ramahnya, beralaskan karet hijau, hanya tuk hangatkan sesaat sebelum nyenyak diselimuti buah kapuk beraturan dan dipeluk hangatnya kain lorek seukuran badan, berjejerkan interior kertas coklat yang berjejer dan bertumpuk sebagai pembatas dan penghalang cahaya. Ditemani lintang hijau pupus cenderung keputihan yang akan lenyap dikala waktu kan berganti. Gemuruh suara manusia tua yang menjelma muda, suara manusia kecil yang kini mempunyai hobi baru layakya manusia tua menjelang lelap. Tak arang sesekali terbangun bocah cilik menyanyikan hymnenya tuk mampu terlelap walau tak peduli akan kakaknya yang sudah terantuk-antuk, kriyip-kriyip yang bertahan menemaninya agar mampu terlelap.

Sesekali canda terdengar dari para manusia muda dan tua yang membaur jadi satu dalam satu area kotak saat pion mampu melangkah maju di halaman itu, terdengar kriukan camilan yang patah di dalam mulut saat perut ingin menggiling hingga raga tak mampu menolak agar dapat terlelap, suara putaran roda kursi roda yang melintas di sekitar oleh Embun yang menemani Pelangi dalam duduk lelapnya di kursi roda. Sebari bergantian mendorong tuk timbulkan lelah saat bergantian. Betapa elegan sang Pelangi mendorong, mengajak berputar sang Embun yang dalam hati kecilnya tak tega dengan Pelangi, namun demi untuk menyenangkan hati Pelangi, Embun pun menyanggupinya dengan mimic belas. Tingkah duduknya begitu anggun taraf bocah cilik, seakan ingin berkata dan berkata dalam hatinya “ Mama, aku senang berada di kursi ini di dorong oleh Embun. Mama, aku mengantuk, tetapi ku tak kuasa pejamkan mata ini. Mama, biarkan aku habiskan malam ini bersama Embun”. Menit pun berjalan tuk menggantikan malam yang larut. Kini Embun pun duduk dengan nyamannya di bangku biru beralaskan buah kapuk bertatapkan dengan sekumpulan kawan yang senasib dengannya tuk terjaga dan menjaga para Pelangi.

Tentang dhiey

luv softball baseball, luv freunds, luv anthing all about to writting
Pos ini dipublikasikan di cerita-story. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s