sepenggal cerita di pengungsian “korban bencana Gunung Merapi”

per tanggal 26 Oktober 2010 terjadi sebuah letusan Gunung Merapi. dan diriku hanya bisa memantau via streamer dari jakarta. tak berapa lama pulang langsung ke Jogja. kegiatan pertama kali yang dilakukan di Jogja berusaha ikut jadi relawan, dan yang di dapatkan hanyalah kata “maaf, untuk jadi relawan sudah penuh”.

wow, betapa banyaknya orang-orang yang datang berduyun-duyun untuk jadi seorang relawan. dan yang perlu digaris bawahi untuk menjadi relawan adalah

  • adanya keterpanggilan dari dalam hati untuk menjadi relawan.
  • kurang kerjaan akibat tidak pulang kampung
  • adanya rasa simpati dan ingin berempati kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah.

pemantauan terhadap pengungsi yang ada di tempat pengungsian GOR UNY Yogyakarta adalah :

  1. banyak sekali korban letusan Gunung Merapi yang masih trauma sehingga mengakibatkan stress, susah tidur, lupa, merasa khawatir, dan merasa cemas.
  2. para pengungsi butuh bantuan trauma healling untuk menghilangkan rasa trauma mereka.
  3. butuhnya perhatian dan pengertian dari sesama relawan, sesama pengunggsi. dengan sapaan kecil para pengungsi sudah merasakan bahwa mereka diakui adanya dan merasa senang karena diperhatikan.
  4. pengungsi merasa bosan, karena tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa jika berada di rumah.
  5. tingkat keagresifan anak-anak usia balita, dan anak-anak meningkat dari biasanya. mereka meminta perhatian lebih dengan berpola tingkah laku manja, bersuara keras, keAKUan tinggi, ingin menang sendiri.
  6. kegiatan belajar tetap dilaksanakan.
  7. setelah lumayan reda pasca letusan Merapi banyak para pengungsi yang kembali ke rumah masing-masing, kembali ke rumah masing-masing di pagi-sore, malamnya kembali lagi ke tempat pengungsian.

 

terdapat sebagian kecil yang sangat kecil pengungsi yang mengalami psikosis sehingga butuh follow up dari Psikiater yang bertugas di tempat pengungsian. gejala yang ada akibat trauma yang berlebihan antar lain :

  1. seorang bapak, dimana karena masih merasa trauma, beliau merasakan ketakutan, kekhawatiran dan merasa cemas. karena kekhawatirannya, jika akan kembali ke tempat semula beliau masih bingung dan tidak dapat kembali ke tempat semula jika tidak ada yang mendampinginya. selain itu, karena masih merasa bingung dan takut, beliau juga sulit untuk diajak berkomunikasi oleh orang lain, sehingga beliau memilih untuk diam saja atau hanya berbicara kepada istrinya saja. untuk menanggulangi hal tersebut beliau sering-sering untuk diajak berkomunikasi agar pandangannya tidak kosong dan mau berbicara, diberikan juga semacam obat untuk memudahkan beliau tidur, karena beliau sulit untuk tidur akibat dari rasa takut dan pikiran yang sangat begitu dipikirkan.
  2. ada seorang mbak, dimana yang masih merasakan ketakutan yang berlebih dan sulit untuk diajak berkomunikasi, karena dievakuasi secara paksa yang mengakibatkan jika ada sebuah faktor yang memngingatkan kejadian paksaan tersebut, mbak tersebut akan berteriak dan meronta serta memukuli perutnya. oleh tim psikiater diberikan obat penenang dimana berguna untuk memudahkan mbak tersebut untuk tidur dan tidak menyakiti dirinya sndiri.
  3. ada seorang simbah-simbah yang hanya tinggal sebatang kara saja. karena hal tersebut sewaktu tiba di tempat pengungsian, beliau  tidak mau diajak berkomunikasi oleh orang lain, dan cenderung mengelak kan atau menampis pemberian orang.

dari kilasan cerita di tempat pengungsian, memang dibutuhkannya perhatian, pengertian dari sesama untuk membuat nyaman, menghilangkan rasa trauma, dan dituntutnya kesabaran untuk dapat memulihkan kondisi, untuk menangani dan berkomunikasi dengan para pengungsi.

 

demikian =)

Tentang dhiey

luv softball baseball, luv freunds, luv anthing all about to writting
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s