Sssttt…, ada info nich,

Hak Reproduksi Perempuan bagian dari HAM. Hak reproduksi merupakan bagian dari hak asasi manusia. Masalah reproduksi berkaitan dengan tubuh dan peran perempuan dalam masyarakat. Perempuan mengalami penindasan dengan alas an fungsi reproduksinya. Dan, perempuan paling banyak mengalami persoalan kesehatan reproduksi mereka. Hak reproduksi perempuan berdasarkan hasil kesimpulan Konferensi International tentang Populasi dan Pembangunan (ICPD) PBB di Kairo tahun 1994 dan Konferensi ke-4 tentang Perempuan (FWCW) di Beijing tahun 1995, terdapat beberapa penjelasan mengenai hak reproduksi, yakni:

· Hak untuk hidup, bebas dan rasa aman

· Hak untuk bebas dari diskriminasi berdasarkan gender (pembedaan peran dan posisi perempuan berdasarkan rekonstruksi sosial).

· Hak atas kesehatan, kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

· Hak untuk mengubah adat-kebiasaan diskriminatif terhadap perempuan.

· Hak untuk menikah dan memulai kehidupan berkeluarga

· Hak untuk memutuskan jumlah anak dan rentang waktu antar kelahiran.

· Hak untuk tidak menjadi korban penyiksaan atau perlakuan lainnya yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan

· Hak untuk bebas dari kekerasan dan eksploitasi seksual. Hak untuk menikmati perkembangan sains dan melakukan eksperimentasi (Vicki J Semler, Hak-hak Asasi Perempuan: Sebuah Panduan Konvensi-konvensi Utama PBB tentang Hak Asasi Perempuan, Yayasan Jurnal Perempuan, 2001).(red).

Ketika kita berbicara mengenai hak reproduksi, tentu itu akan terkait dengan masalah pendidikan seks. Di dalam sistem pendidikan kita, pendidikan seks bukanlah pendidikan yang penting dibandingkan dengan pendidikan lainnya. Para petinggi negara melihat bahwa pendidikan seks tidak perlu diformalkan dalam sistem pendidikan di sekolah, terutama ketika para siswa dalam masa pertumbuhannya atau saat fungsi alat reproduksinya mulai berkembang. Namun, akhirnya, para siswa mencari tahu sendiri mengenai pelajaran seks yang informasinya kerap menyesatkan mereka. Dalam ketidaktahuan tersebut, lebih baik bila pengetahuan mengenai seks diinformasikan dengan jelas dan benar agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang fungsi alat reproduksi, hak kesehatan reproduksi, manfaat dan kerugian penggunaan hak reproduksi dan alat reproduksi. Sistem pendidikan itu sebenarnya juga diberlakukan di negara-negara lain, terutama negara yang dianggap masih menjunjung adat timur, seperti di Cina. Maraknya situs porno belakangan ini telah meresahkan keluarga apalagi pihak yang paling banyak menikmatinya adalah kalangan remaja. Lalu pemerintah melakukan tindakan dengan memberantas situs porno bersangkuta. Tapi, perlu dicermati bahwa situs porno lahir dari keingintahuan kalangan remaja akan seksualitasnya. Ketika mereka menyadari seksualitas dirinya, saat itulah pencarian untuk mengetahui lebih mendalam yang berkenaan dengan seksualitas itu dilakukan. Bila pemerintah menyadari hal ini, seharusnya ia mampu menyediakan sebuah ruang dalam system pendidikan nasional untuk pendidikan seks di sekolah-sekolah di Indonesia.

Pembicaraan mengenai seks merupakan hal yang tabu. Pelajaran seks dianggap tidak perlu. Perilaku .seks bebas. pun berkembang (bergantiganti pasangan; melakukan hubungan dengan pasangannya tidak dalam ikatan pernikahan dan melakukan hubungan seksual tanpa pengaman). Keingintahuan dan kepuasan akan seks tersalurkan

dengan .seks bebas. tanpa siap menerima konsekuensinya. Seks merupakan kebutuhan

primitif bagi manusia dan pengendaliannya perlu agar tidak merugikan kehidupan manusia itu sendiri. Pengenalan mengenai seks sangat diperlukan. Dengan memperkenalkan hak

reproduksi dan alat reproduksi kepada siswa melalui wacana seks. Seks bebas masih dianggap melanggar kesusilaan, budaya dan agama dalam masyarakat di Indonesia.

Namun, kita tidak bisa menutup mata begitu saja bahwa banyak kalangan muda yang

mempraktekkan seks bebas dengan berbagai alasan yang melatarbelakangi mereka melakukannya. Kita melihat apa yang sebenarnya mempengaruhi perilaku mereka sehingga mereka melakukan seks bebas. Tapi, itu bukanlah pemecah masalah. Malah sering hal itu menjadi pembenaran atas pengaruh-pengaruh yang mendorong mereka melakukan seks bebas bahkan menyudutkan mereka karena telah terpengaruh. Baiknya kita melihat perilaku seks bebas dengan konteks sebagai konsep seks yang dimiliki tiap individu yang otonom. Artinya, tidak dipengaruhi oleh yang lain. Yang kemudian kita lakukan adalah tidak mengadili atau menghakimi perbuatan mereka, ttetapi melihat dengan bijaksana apa yang melatarbelakangi perbuatan itu. Bukan seks bebas yang harusnya diperdebatkan, melainkan justru kesadaran akan kesehatan reproduksi dan hak reproduksi yang dimiliki perempuan yang ingin melakukan hubungan seksual secara bebas itu yang penting dipahami.(red)

Tentang dhiey

luv softball baseball, luv freunds, luv anthing all about to writting
Pos ini dipublikasikan di artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s