Organ Kita . . . .

  • WANITA

Organ reproduksi yang tampak dari luar :

1. Vulva

2. Labia Majora dan Rambut Pubis

3. Payudara dan Papila Mamae

Organ reproduksi bagian dalam :

Labia Minora : merupakan labia sebelah dalam dari labia majora, dan berakhir dengan klitoris, ini identik dengan penis sewaktu masa perkembangan janin, yang kemudian mengalami atrofi. Dibagian tengah klitoris terdapat lubang uretra untuk keluarnya air kemih saja.

Hymen, merupakan selaput tipis yang bervariasi elastisitasnya, berlubang teratur ditengah, sebagai pemisah dunia luar dengan organ dalam. Hymen akan sobek dan hilang setelah wanita berhubungan seksual (coitus) atau setelah melahirkan.

Vagina, berupa tabung bulat memanjang terdiri otot-otot melingkar yang di kanan kirinya terdapat kelenjar ( Bartolini ) menghasilkan cairan, sebagai pelumas waktu aktifitas seksual.

Uterus (Rahim) , berbentuk seperti buah peer, bagian bawahnya mengecil dan berakhir sebagai leher rahim/ cerviks uteri. Terdiri dari lapisan otot tebal, sebagai tempat pembuahan, berkembangnya janin, dinding sebelah dalam selalu mengelupas sewaktu menstruasi.

Tuba uterina (fallopi);/ saluran di sebelah kanan dan kiri uterus, untuk lewat sel telur/ ovum.

Ovarium, dua buah dan merupakan kelenjar yang menghasilkan sel telur dan menghasilkan hormon estrogen dan progesterone.

Payudara/ kelenjar mamae, yang berfungsi saat laktasi.

Fungsi Organ :

Organ reproduksi tersebut mulai berfungsi saat akil baliq yang ditandai menstruasi pertama kali (Menarche ) pada usia 10-14 tahun dan itu

sangat bervariasi. Saat itu kelenjar hipofisa mulai berpengaruh, kemudian ovarium mulai bekerja menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Hormon ini akan mempengaruhi uterus pada dinding sebelah dalam dan terjadilah proses menstruasi.

Setiap bulan pada masa subur (sekali) terjadi ovulasi dengan dihasilkan sel telur / ovum untuk dilepaskan menuju uterus lewat tuba

uterina. Produksi hormon ini hanya berlangsung hingga masa menopause, kemudian tidak berproduksi lagi. Tentunya semua aktifitas yang dipengaruhi hormon ini akan berhenti pula. Periode ini bervariasi antara 45-50 tahun, dengan ditandai berbagai tanda dan keluhan yang dialami seorang wanita. Kelenjar payudara juga dipengaruhi oleh hormon ini, sehingga hormon estrogen dan progesteron dikatakan mempengaruhi organ kelamin sekunder, seperti membesarnya ukuran uterus, tumbuhnya rambut pubis, membesarnya payudara, jerawatan,

MENSTRUASI :

Proses pengeluaran darah dari uterus disertai serpihan selaput dinding uterus pada wanita dewasa yang terjadi secara periodik. Keadaan ini dibutuhkan keseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone secara bergantian.

OVULASI :

Pelepasan sel telur/ ovum dari ovarium, yang siap dibuahi/ matang terjadi sebulan sekali, yang dipengaruhi oleh hormon estrogen.

KEHAMILAN :

Suatu proses pertemuan/ fertilasi, menempelnya/ nidasi dan berkembangnya sel ovum dan sel

spermatozoa menjadi janin dalam uterus selama 9 bulan 10 hari. Keadaan kehamilan ini dipertahankan dengan pengaruh hormone progesteron. Hormon estrogen pada masa ini mempengaruhi kelenjar mamae untuk persiapan laktasi. Pada masa ini tidak terjadi ovulasi dan

menstruasi.

MELAHIRKAN :

Suatu proses pengeluaran janin dari uterus, dengan timbulnya konstraksi uterus dipengaruh oleh hormone oksitosin, dan kekuatan kontraksi otot-otot perut. Fase – fase nya : pembukaan cerviks uteri, pengeluaran janin, pengeluaran placenta (ari-ari).

MENYUSUI / LAKTASI :

Setelah melahirkan, seorang wanita masih harus bertugas menyusui bayinya, dengan pengeluaran ASI (yang pertama colustrum) yang sangat bermanfaat untuk bayi. Pada masa ini hormone prolaktin berpengaruh, dan juga progesterone masih cukup banyak, sehingga menstruasi belum terjadi. Tetapi adang-kadang bisa terjadi ovulasi. Sehingga pada masa ini wanita sudah

menggunakan kontrasepsi guna mencegah terjadinya kehamilan berikutnya.

B. PRIA :

1.Alat kelamin bagian luar

Penis, berbentuk bulat panjang yang berubah besarnya saat aktifitas seksual. Bagian dalam penis berisi pembuluh darah, otot dan serabut saraf. Ditengahnya terdapat saluran air kemih dan juga sebagai saluran cairan sperma yang disebut uretra.

Skrotum, terdapat dua buah kanan dan kiri, berbentuk bulat, tampak luar berupa kulit yang berkerut dan ditumbuhi rambut pubis.

2. Alat kelamin bagian dalam meliputi :

Testis, Jumlahnya dua buah, merupakan isi skrotum, yang terdiri dari saluran kecil – kecil membentuk anyaman, sebagai tempat pembentukan sel spermatozoa.

Vas-deferens, dua buah, ini merupakan saluran yang membawa sel spermatozoa.

Kelenjar prostat, satu buah menghasilkan cairan kental yang fungsinya untuk memberi makanan sel spermoatozoa, serta enzim – enzim.

Kelenjar vesikula seminalis, satu buah, juga menghasilkan cairan untuk kehidupan sel spermatozoa, secara bersama – sama cairan tersebut menyatu dengan spermatozoa menjadi produk yang disebut semen, yang dikeluarkan setiap kali pria ejakulasi

Fungsi organ reproduksi pria :

Organ tersebut mulai berfungsi sebagai system reproduksi dimulai saat akil balig sekitar usia 11- 14 tahun :

Keluarnya semen atau cairan mani yang pertama kali. Hal ini berlangsung selama kehidupannya.

Organ testis yang menghasilkan sel spermatozoa akan bekerja setelah mendapat pengaruh hormon testosterone yang dihasilkan oleh sel – sel Interstital Leydig dalam testis.

Keadaan ini dibawah perintah organ yang berada diotak, yaitu : kelenjar hipofisa dan juga hipothalamus.

Pada aktifias seksual, organ tersebut akan bekerja sesuai dengan rangsang yang diperoleh.

Bila dilakukan dengan pasangan sampai tingkat coitus, maka penis berpenetrasi masuk kedalam vagina dan berakhir dengan keluarnya semen.

Cairan semen dihasilkan kira-kira 3-5 cc setiap ejakulasi, yang didalamnya terdapat sel spermatozoa 35 juta – 100 juta,dengan berbagai sifatnya, misalnya motilitasnya, bentuknya, kecepatan dan arah berjalan, kemampuan penetrasi, dll.

Hormon TESTOSTERON ini akan mempengaruhi tanda kelamin sekunder, misalnya kumis, jakun, alat kelamin menjadi lebih besar, suara parau, otot-otot membesar, dll

Aktifitas seksual :

Dimulai adanya rangsangan fisik (diraba) atau psikis (membaca, membayangkan, menonton) yang mengakibatkan perubahan bentuk organ kelamin.

Ada beberapa fase :

– erksi

– lubrikasi

– emisi

– orgamus – ejakulasi

Faktor yang berpengaruh :

– organic (saraf, pembuluh darah, hormonal, usia)

psikis/ emosi/ suasana lingkungan

Tentang dhiey

luv softball baseball, luv freunds, luv anthing all about to writting
Pos ini dipublikasikan di artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s